desa-margagiri-serang-objek-sharing-knowledge-dunia

Desa Margagiri Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang mendapat kepercayaan sebagai objek Sharing Knowledge (Pertukaran Pengetahuan-red) ke negara-negara lain dalam praktek dan pengelolaan sampah kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KEMENDES PDTT). Selain di Margagiri, negara-negara yang tergabung dan G 20 itu juga mengunjungi Desa Boyolali dan Bandung, Jawa Barat.

‘’Hari Rabu ini (21/1/2026) Desa Margagigiri mendapat kepercayaan untuk dapat berbagi ke negara-negara lain tentang praktik dan pengelolaan sampahnya,’’ungkap Kepala Dinas PMD Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, ketika menghadiri kegiatan Sharing Knowledge Exchange On Community-Driven Approaches For Resilience di Jakarta, 19-23 Januari 2026.

Dikatakan Rudy lagi, pertukaran pengetahuan global tentang pendekatan berbasis masyarakat untuk ketahanan merupakan rangkaian peringatan hari desa, merupakan sebuah upaya menjadikan desa sebagai subjek dalam pembangunan, tak hanya menjadi objek melainkan desa harus hadir dengan berbagai inovasinya. Menjadikan desa wisata, desa export. Sehingga desa tak lagi hanya penerima program (topdown) melainkan desa maju dengan segala kearifan lokal dan potensinya, sehingga program yang dibuat bersifat akumulasi dari kebutuhan warganya (buttenup) sehingga dapat berkelanjutan baik dalam sisi pembangunan pendidikan, kesehatan dan ekonominya. 

“Sesuai dengan Asta Cita Presiden Membangun dari desa dapat kita wujudkan. Dalam kegiatan sharing knowledge ini, Kabupaten Serang dipercaya utk dapat berbagi ke negara2 lain melalui Desa Margagiri Kec. Bojonegara tentang praktek dan pengelolaan sampah. Tentu ini menjadi tantangan agar dapat menularkan ke desa lainya di kab serang, dan untuk Desa Margagiri agar selalu meningkatkan berbagai inovasi dalam menjaga desanya,”pungkas Rudy.

Dalam kegiatan yang dihadiri Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, menyampaikan bahwa ada 12 aksi prioritas bangun desa bangun Indonesia yakni, pertama, revitalisasi Bumdes dan pembentukan koperasi desa/kelurahan Merah Putih untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan mendukung makan bergizi gratis, kedua, peningkatan ketahanan pangan lokal desa (Swasembada Pangan), ketiga, desa swasembada Energi, Air, dan papan, keempat, hilirisasi produk unggulan desa, kelima, pengembangan desa ekspor, keenam, pemuda dan pemudi pelopor desa, ketujuh, sinkronisasi dan konsilidasi program K/L masuk desa, kedelapan, digitalisasi desa dan pengembang desa wisata, kesembilan, peningkatan investasi desa melalui kemitraan nasional dan investasi luar negeri, kesepuluh, penguatan dan pengawasan tata kelola pembangunan desa. ‘’Aksi prioritas kesebelas yakni desa berketahanan iklim, desa tangguh bencana dan bebas sampah, serta yang kedua belas adalah percepatan pembangunan daerah tertinggal,’’tutur Yandri Susanto yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI. (Edo/DPMD)